Kurang Pengwasan Proyek Cor Beton PALI 1,48 Milyar diprotes Warga

PALI, TNS.COM - Viralnya berita dibeberapa  Media Online, di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, tetantang adanya pembanguan proyek yang dikerjakan oleh  CV Mutiara Musi  senilai 1,  48 Milyar yang diprotes  oleh Warga Sekitar. 

Proyek Pembangunan jalan tersebut yang terletak   di jalan Lingkar Desa Tanjung Baru, Kecamatan Penukal Utara, senilai Rp1,48 miliar, yang diduga terkesan asal-asalan."ungkap DN (34).

Proyek  tersebut diketahui  berasal dari anggaran APBD Tahun 2018. Kegiatan dalam bentuk pembangunan jalan kecamatan dengan paket peningkatan jalan cor beton Desa Tanjung Baru Penukal Utara.Senin 05/08/2019.

Dijelaskanya lagi Dalam papan juga tertera nomor kontrak proyek, yakni 094/002/PJDTB/SPK/APBD/DPU/V/2019, dengan kontrak Rp1.48 miliar dan sumber dana berasal dari APBD Kabupaten PALI Tahun Anggaran 2018."tambahnya.

Namun, hal ini tertera juga  di nomor kontrak tahun 2019. “ini jadi membuat masyarakat kebingungan,” ujar IC, warga setempat.

Kemudian warga melaporkan keberadaan proyek tersebut kepada tim analis.

Berbeda lagi  yang diungkakan HS (39) adalah salah satu aktivis  di kabupaten Pali, beliau mengatakan di Kabupaten Pali lemah dalam Pengawasan di bidang pembangunan Kontruksi

Kebetulan beberapa waktu yang lalu saya membaca di salah satu media, di dalam isi berita Kepala Dinas PU Ety Muniarti dan Hendi selaku PPK perna mengatakan PU akan menindak tegas para kontraktor yang nakal yang tidak mau bertanggung jawab, namun sampai hari ini perkataan itu belum terbukti.

Saya sudah beberapa kali mendapat laporan dari masyarakat tentang buruknya kualitas pembangunan di Kabupaten Pali, sehingga membuat saya geram dan akan segera turun gunung, karna ini tidak boleh di biarkan hal ini terjadi terus menerus, kasian dengan rakyat sendiri yang seolah selalu di dibodohi oleh oknum oknum yang tidak bertanggung jawab, salah satunya pembangunan Jalan di Desa Tanjung Baru Kecamatan Penukal Utara.

yang diduga kontraktornya mau mencari keuntungan besar sehingga tidak memperdulikan petujuk   sesuai SPEK dan RAB.

Lain lagi  yang  dikatakan ZN (38) adalah konsultan yang pernah bekerja keliling Nusantara yang paham betul di bidang kontruksi.

Karna melihal keadaan kondisi pembangunan di Pali begitu sembrawut  sehingga saya harus ikut bersuara dalam hal ini.

kemarin saya keliling Kabupaten Pali untuk mengantar undangan ada keluarga yang menikah,kebetulan saya lewat Desa Tanjung Baru terlihat lagi ada pembangunan Jalan, setelah saya lihat gila kok pengerjaan nya di duga asal jadi, di lihat dari pengerasan yang terlalu tipis sehingga tanah dasar masih terlihat.
."ungkapnya kepada Tim Analis.

Pengerasan yang saya lihat tidak menggunakan batu agregat, dan kualitas Cor betonnya saya duga kurang layak, Coran baru 20 meter kok pada sudah retak retak," tambahnya kepada Tim Analis.

Kemudian tim analis menemui pengawas lapangan yang bernama
Ashari Soleh. Dia mengaku berasal dari Sekayu dan perusahaan yang mengerjakannya juga dari Sekayu.

Ashari juga mengklaim pengerasan jalan sudah rampung. “Kalau kami punya kesalahan tolong di katakan jika pengerasan ini menurut kalian kurang tebal coba di gali saja,” katanya, dengan nada bicara yang agak tinggi, namun perihal itu di bantah oleh Ashari. ‘Wajarlah cuaca panas gini kalau mau retak retak.’

Tak puas mendapatkan penjelasan dari pengawas, Tim Analis menghubungi salah satu konsultan yang masih aktif di salah satu Perusahaan BUMN untuk meminta pendapat.

“Biasanya aturan dari PU tebal pengerasan itu 15 cm, kalau tebal 15 cm enggak mungkin tanah dasar masih kelihatan, serta kualitas beton. Ada dugaan asal-asalan, bisa di lihat dari cor beton baru panjang 20 meter kok sudah retak, mana konsultan dan dinas kok enggak aktif di lapangan, jika mereka aktif dalam pengawasan maka hal buruk tidak akan terjadi,” ujar ASN (41).

Saat dikonfirmasi Ety Muniarti Kepala Dinas PU, kepada media ini berjanji akan instruksikan kepada PPTK/PPK, untuk menegur baik secara lisan maupun tertulis.Red.(Tim)
Share on Google Plus

About TopNews

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar